SITUASI.CO.ID | SIMEULUE – Kapolres Simeulue AKBP Hendry Ferdinand Kennedy kumpulkan semua pengelola SPBU yang ada di Simeulue, Minggu (8/11/2026) pagi. Pertemuannya di Aula Atee Fulawan Polres Simeulue, mulai pukul 10.00 WIB.
Hadir juga Kasat Reskrim Iptu Agus Maulizar, Kanit Tipidter beserta anggota. Dari pihak SPBU, hadir manajer SPBU PT. Padantadaro, PT. Ika Jaya, PT. Mitra Galon Pertamina, dan PT. Energi Mutu Pratama beserta anggotanya.
Di pertemuan itu, Kapolres banyak bahas soal masalah BBM yang akhir-akhir ini jadi keluhan masyarakat di Simeulue. Intinya, Kapolres minta penyaluran BBM bersubsidi itu benar-benar tepat sasaran, jangan sampai salah sasaran dan merugikan masyarakat yang memang berhak.
“BBM subsidi ini untuk nelayan, petani, dan masyarakat yang memang membutuhkan. Jangan sampai disalahgunakan. Kita minta pihak SPBU ikut mengawasi dan tertib sesuai aturan,” tegas Kapolres di depan para pengelola SPBU.
Dari hasil audiensi itu, ada beberapa kesepakatan yang dicapai:
Pertama, pembagian penyaluran BBM di SPBU se-Kabupaten Simeulue diatur berdasarkan skala prioritas, biar tidak ada lagi antrean panjang kendaraan saat pengisian.
Kedua, kendaraan yang dipakai mengangkut BBM untuk keperluan nelayan dan petani, seperti becak dan pick up, wajib dipasang banner / spanduk keterangan, biar jelas peruntukannya.
Ketiga, setiap SPBU diminta menyiapkan K3.
Keempat, untuk keperluan bagan nelayan wajib melampirkan surat rekomendasi dari Dinas Perindakop.
Kelima, untuk keperluan alat pertanian petani wajib melampirkan surat keterangan dari desa.
Kapolres berharap, dengan aturan ini penyaluran BBM di Simeulue bisa lebih tertib, adil, dan tidak ada lagi kecemburuan di masyarakat. (RK)













