SITUASI.CO.ID | SIMEULUE — Banjir yang melanda kawasan Suka Karya, khususnya wilayah Jalan Baru, Kabupaten Simeulue, Aceh, pada Sabtu (24/10/2026), mengganggu aktivitas warga. Selain akses penghubung yang dilaporkan terputus akibat jembatan hanyut terbawa arus, warga juga mengeluhkan keterbatasan sarana evakuasi dan belum merasakan bantuan yang dibutuhkan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan warga, banjir menyebabkan akses keluar-masuk permukiman terganggu. Kondisi tersebut menyulitkan masyarakat untuk beraktivitas, termasuk membeli makanan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Seorang warga mengungkapkan bahwa mereka terpaksa bertahan di rumah karena jembatan yang biasa digunakan sebagai akses penghubung telah hanyut terbawa arus banjir.
“Untuk keluar membeli sarapan saja kami tidak bisa karena jembatan sudah hanyut terbawa banjir. Kami terpaksa bertahan di rumah sambil menunggu kondisi memungkinkan,” ungkap warga tersebut.
Warga juga menyampaikan bahwa mereka bersama camat setempat sempat meminta bantuan perahu karet untuk mendukung proses evakuasi. Namun, menurut keterangan warga, saat itu belum tersedia perahu di lokasi yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat terdampak.
“Kami sempat meminta bantuan perahu karet untuk evakuasi, tetapi saat itu belum ada perahu yang tersedia di lapangan. Kami berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan membantu masyarakat,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera meninjau kondisi di lapangan, memastikan keselamatan masyarakat, serta menyalurkan bantuan darurat sesuai kebutuhan, terutama bagi warga yang kesulitan mengakses jalur keluar permukiman.
BPBD Siapkan Pembahasan Normalisasi Sungai
Menanggapi kondisi banjir tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Simeulue, Dedek Firmansyah, ND, menyampaikan bahwa dirinya telah mendampingi camat setempat untuk melihat langsung kondisi banjir di kawasan Jalan Baru.
“Semalam saya mendampingi Pak Camat melihat kondisi banjir di lapangan, khususnya di Jalan Baru,” ujar Dedek saat dikonfirmasi.
Ia mengatakan, pihaknya bersama camat dan unsur pemerintahan desa akan membahas rencana normalisasi sungai di kawasan Suka Karya sebagai salah satu upaya penanganan permasalahan banjir di wilayah tersebut.
“Kita akan bersama Pak Camat dan unsur desa duduk bersama untuk membahas perencanaan normalisasi sungai yang ada di Suka Karya, khususnya di Jalan Baru,” kata Dedek.
Rencana tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya penanganan banjir yang lebih terarah. Namun, kebutuhan mendesak warga yang terdampak, terutama terkait akses penghubung, sarana evakuasi, dan pemenuhan kebutuhan dasar, tetap memerlukan perhatian segera.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi banjir, termasuk ketersediaan sarana evakuasi dan koordinasi lintas instansi. Penanganan cepat di lapangan diperlukan untuk memastikan keselamatan warga, khususnya masyarakat yang akses keluar-masuk permukimannya terganggu akibat banjir.













