ACEH BESAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda menyebutkan bahwa sinar Ultraviolet (UV) di Provinsi Aceh telah kembali normal dengan indeks gelombang berkisar pada angka 3 sampai 5.
Hal tersebut di katakan Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM), Putri Rizki Afriza, Sabtu (03/06/2023).
Putri mengatakan, nilai indeks sinar Ultraviolet (UV) di Aceh sudah turun dan dikategorikan sebagai moderate atau resiko bahaya sedang.
“Penurunan indeks UV di Aceh telah terjadi sejak beberapa hari lalu. Perubahan tersebut disebabkan adanya tutupan awan yang tebal, sehingga sinar matahari terhalang dan tidak langsung terpancar ke permukaan bumi,” kata Putri.
Meski demikian, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap menggunakan perlindungan diri saat melakukan beraktivitas di luar rumah. Serta rutin menggunakan tabir surya untuk menghindari paparan langsung dari sinar matahari, sekalipun pada kondisi awan tebal.
“Untuk suhu di beberapa wilayah Aceh saat ini telah kembali normal, berkisar antara 24 sampai 30 derajat celcius,” ungkapnya.
Putri mengungkap, kondisi wilayah Aceh beberapa hari ini telah kembali normal, namun ia meminta kepada masyarakat agar tetap memakai perlindungan matahari ketika hendak keluar rumah. Pasalnya perlindungan tersebut dapat mencegah dari paparan sinar matahari langsung.
“Walaupun cuaca di wilayah Kota Banda Aceh dan sekitarnya sedikit mendung, namun kami menganjurkan kepada masyarakat untuk mengenakan pakaian pelindung matahari, agar menghalangi sinar UV pada saat berada di luar rumah,” pungkasnya.













