Daerah  

Imbas BSI eror, Pengusaha SPBU di Aceh Gagal Tebus Minyak ke Pertamina

spbu
Ketua Hiswana Migas Aceh Nahrawi Noerdin (Foto: Istimewa)

BANDA ACEH – Akibat layanan sistem dari Bank Syariah Indonesia (BSI) masih eror atau belum dapat diakses, pengusaha SPBU hingga LPG di Aceh tidak bisa melakukan penebusan minyak dan gas ke Pertamina.

“Saat eror layanan BSI, di Aceh tidak ada solusi bagi pemilik SPBU untuk melakukan penebusan minyak ke Pertamina, ini sangat mengecewakan,” kata Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh Nahrawi Noerdin, di Banda Aceh, Selasa (9/8/2023).

Hal tersebut dikatakannya, setelah dirinya beserta sejumlah pengusaha SPBU lainnya di Aceh gagal melakukan transaksi penebusan pembelian minyak dan LPG ke Pertamina melalui BSI yang dilakukan melalui pembayaran via transfer dana.

BACA JUGA:   Di Forum Konsultasi RKPA 2027, Sekda Aceh Tekankan Penguatan Kerjasama

“Kalau BSI eror sistemnya seperti ini, bisa kosong bahan bakar minyak di seluruh SPBU di Aceh, karena kita tidak bisa menarik dan mentransfer uang penebusan BBM di Pertamina,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nahrawi mengatakan, sebelum BSI terbentuk transaksi penebusan minyak oleh pemilik SPBU bisa dilakukan dari beberapa bank karena ada sistem di setiap bank dengan nama host to host.

Namun, kata Nahrawi, saat sistem di Aceh kini hanya ada di satu bank yakni BSI, maka ketika terjadi layanan eror seperti sekarang ini, maka secara otomatis semua transaksi di Aceh terhambat.

“Kondisi seperti ini bisa menjadi pelajaran dalam mengambil kebijakan, seharusnya ada bank konvensional lain satu di Aceh yang memiliki sistem host to host, jadi ada solusi saat satu bank eror,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Kasus Perceraian di Aceh Selatan Capai 194 Perkara

Selain itu, ia mengaku hingga saat ini pelayanan bank syariah di Aceh masih jauh dari harapan, khususnya bagi kalangan dunia usaha.

Jika kondisi ini terus berlarut, maka Aceh akan menjadi salah satu daerah terisolir secara nasional maupun internasional dalam urusan transaksi keuangan.

“Akses dan layanan keuangan yang bisa dinikmati oleh saudara-saudara kita di seluruh Indonesia, tapi tidak bisa dinikmati di Aceh. Itu cukup besar pengaruhnya bagi dunia usaha dan perekonomian di Aceh,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *