Keren! Sulap Eceng Gondok Jadi Kerajinan Bernilai Jual

eceng
Rumah Kreatif Eceng Gondok Desa Tanoh Manyang, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya (Foto: Istimewa)

ACEH JAYA – Warga di Gampong Tanoh Manyang, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya menyulap tumbuhan eceng gondok yang biasa ditemui dalam rawa-rawa menjadi kerajinan bernilai jual tinggi oleh tangan-tangan kreatif.

Kerajinan yang berbahan ramah lingkungan itu berasal dari eceng gondok kemudian dibuat menjadi berbagai macam kerajinan baik itu alat-alat rumah tangga, untuk wanita maupun pria.

eceng
Rumah Kreatif Eceng Gondok Desa Tanoh Manyang, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya (Foto: Istimewa)

Salah seorang milik usaha kerajinan dari Eceng gondo, Misluna (35) mengatakan, kelompok usaha mikro yang di dirikannya itu mulai diminati oleh banyak orang.

“Kalau jenisnya atau modelnya tergantung peminat, selama ini apa saja yang disuruh bisa kita buat,” kata Misluna, kepada situasi.co.id, Selasa (25/4/2023).

BACA JUGA:   Tinjau Lokasi Penggemukan Sapi di Aceh Jaya, Ini Kata Pj Bupati

Lebih lanjut, ia menyebutkan, berbagai macam produk yang ditelah dibuat seperti tas wanita, sandal, sepatu heels, kupiah teuku umar dan alat rumah tangga serta lainnya sudah pernah di produksi.

Menurutnya, model yang paling sulit buat yakni Kupiah Teuku Umar dan tas wanita. Tetapi jika bahannya lengkap masih bisa diselesaikan dalam waktu sehari.

“Hingga hari ini pesanan yang paling sulit kita bikin itu, seperti tas wanita model kekinian dan Kupiah Teuku Umar,” ujarnya.

BACA JUGA:   Sadis, Pria di Aceh Jaya Lecehkan Lima Anak Dibawah Umur

Sementara, kata Misluna, untuk harga jual bervariasi tergantung model dan jenis yang diinginkan. Misal untuk tas wanita dibandrol sekitar Rp180 ribu paling murah.

“Bahan bakunya semua dari Eceng Gondok, namun dalam perakitan kita juga menggunakan air 2OH, mesin pres dan cetakan,” jelasnya.

Dirinya mengaku, produk kerajinan yang terbuat darI Eceng Gondok tersebut sudah pernah dipamerkan pada ajang festival Barat Selatan (Barsela) yang diselenggarakan di Aceh Selatan.

“Kita baru mulai sejak Juli 2022 lalu, dan Alhamdulillah kini semakin banyak yang minati, walaupun belum kita pasarkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *