Pelajar Dari SMPN 1 Banda Aceh Raih Mendali Emas di FLS2N Nasional

smpn
Tiga Pelajar SMP Negeri 1 Banda Aceh raih mendali emas pada ajang FLS2N tingkat Nasional, cabang lomba tari kreasi, di Golden Boutique Hotel Kemayoran Jakarta, Minggu (20/08/2023) (Foto: Diskominfotik Banda Aceh)

BANDA ACEH – Tiga Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Banda Aceh, Kamelia Hasanah, Siti Carissa, dan Windy Fathien Nadzhirah berhasil meraih medali emas pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2023 jenjang SMP pada cabang lomba tari kreasi.

“Saya berharap, anak-anak ini terus dibina sehingga menjadi kebanggaan bagi kota Banda Aceh ke depannya,” kata Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin, Minggu (20/08/2023).

Dilansir dari diskominfo.bandaacehkota.go.id FLS2N ini diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). yang berlangsung dari tanggal 14-19 Agustus 2023, di Golden Boutique Hotel Kemayoran Jakarta.

BACA JUGA:   Disdik Aceh Gandeng Yayasan HaKA Dalam Gagas Kurikulum Peduli Lingkungan

“Siswa yang menjadi perwakilan provinsi Aceh itu berhasil mendapatkan penghargaan khusus sebagai penari terbaik tingkat nasional,” ujarnya.

Selain itu, Amirudin juga mengapresiasi prestasi yang diraih oleh anak-anak SMP Negeri 1 Banda Aceh tersebut, pasalnya mampu menyisihkan peserta terbaik dari daerah lain seperti Bali, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, NTB, Papua dan Riau.

smpn
SMPN 1 Banda Aceh raih prestasi pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2023 jenjang SMP cabang lomba tari kreasi (Foto: Diskominfotik Banda Aceh)

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Banda Aceh Sulaiman Bakri mengatakan perlombaan tersebut diselenggarakan secara berjenjang dari mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan kemudian dilanjutkan sampai ke babak semifinal untuk mendapatkan 10 finalis tingkat nasional.

Ia menyebutkan, ketiga siswa terbaik Banda Aceh tersebut yang meraih medali emas setelah membawakan sebuah tarian kreasi yang diberi nama “Tari Puteh” (tarian putih).

BACA JUGA:   Aduan Warga Berkurang, Disbudpar Aceh Apresiasi Keamanan PKA-8

“Tari Puteh itu bercerita tentang problematika sosial dan kemanusian, yaitu kekerasan seksual pada anak yang dibungkam dan dibelenggu keadaan dan situasi,” ucapnya.

Lebih lanjut Sulaiman menuturkan, prestasi yang diraih tersebut atas kerja sama antara Disdikbud Banda Aceh dan SMPN 1 dengan Penata Tari Novirela Minang Sari yang merupakan Guru Seni dan Budaya SMPN 1 Banda Aceh.

“Termasuk peran dari penata artistik adalah Farhana Atikah, mahasiswa USK, dan Dekjal alumnus Seni Tari ISBI Aceh. Sedangkan penata musik adalah Rahmat, alumni Seni Musik ISBI Aceh,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *