SITUASI |Aceh Tamiang – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra Langsa salurkan tandon air berkapasitas 1000 liter untuk warga terdampak banjir di Aceh Tamiang.
Tandon air bersih portabel tersebut diserahkan oleh Mahasiswa dan dosen UNSAM pada Sabtu, 14 Februari 2026 di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.
Ketua tim PKM, Dr. Afrah Junita, S.E,Ak bersama tiga mahasiswa UNSAM dari program studi akuntasi, mengatakan, kegiatan ini merupakan program hibah dari PKM tanggap darurat bencana DIPA UNSAM tahun 2026.
“Salah satu kebutuhan paling mendesak pascabencana adalah ketersediaan air bersih, banyak sumur warga tidak dapat digunakan karena tercampur lumpur dan limbah,” ucap ketua tim PKM Universitas Samudra Dr. Afrah Junita dalam keterengan yang diterima Situasi.co.id, Rabu (18/2/2026).
Dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana dari tim tanggap darurat Universitas Samudra memberikan tandon air berkapasitas 1000 liter agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, tambahnya.
Lebih lanjut kata Afrah, banjir bandang yang terjadi menyebabkan kerusakan infrastruktur dasar serta mencemari sumber air bersih masyarakat yang tergenang akibat endapan lumpur banjir.
Menurutnya, penyediaan tandon air bersih portabel dipilih sebagai solusi darurat yang praktis dan dapat dimanfaatkan secara kolektif oleh masyarakat di lokasi pengungsian maupun permukiman terdampak.
Selain itu, tandon air yang disediakan memiliki kapasitas sekitar 1000 liter dan dilengkapi sistem filtrasi sederhana serta beberapa kran air agar warga dapat mengakses air secara bersamaan.
Peralatan ini dirancang sebagai teknologi tepat guna yang mudah dioperasikan dan dipindahkan sesuai kebutuhan di lapangan, jelasnya.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan penggunaan dan perawatan alat, pemasangan tandon, hingga pendampingan dan evaluasi.
“Tim dosen dan mahasiswa juga melibatkan pemerintah desa setempat dan warga agar sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” tutur Dr.Afrah.
Selain membantu pemenuhan kebutuhan air bersih, kegiatan ini juga memberikan edukasi tentang pentingnya sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penyakit pascabencana.
Tim pengabdian berharap bantuan tersebut dapat mendukung pemulihan awal kehidupan masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan desa dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang, tutupnya.













