BANDA ACEH – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Terima Kunjungan dari Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia Di Indonesia (PKPMI)- Aceh, di Ruang Rapat Kepala DSI Aceh, Kamis (26/5/2023).
Tujuan kedatangan mereka ke DSI Aceh dalam rangka silaturahmi serta ingin mengetahui lebih detail terkait penerapan Syariat Islam yang sedang dilaksanakan di Aceh.
“Adapun tujuan kami kesini untuk mendapatkan penerangan sejarah pelaksanaan Hukum Syariat Islam di Aceh, pelaksanaan dan penguatkuasaan Hukum Syariat di Aceh, dan cabaran hukum Syariat di Aceh,” kata ketua PKPMI.
Sementara itu, Kepala DSI Aceh yang diwakili Kepala Bidang Pai dan Tenaga Dai, Dr Fikri Bin Sulaiman, Lc, MA mengatakan, perjuangan Aceh dalam menerapkan syariat Islam tidak didapatkan secara serta merta.
“Islam pertama kali masuk ke Nusantara itu melalui Aceh, bukti sejarahnya mengatakan bahwa ada suatu kerajaan bercorak Islam tertua dan pertama di Nusantara terletak di Peurelak Aceh,” jelas Fikri.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, dulu Aceh pernah mencapai puncak kejayaan pada masa kerajaan Sultan Iskandar Muda. Saat itu Aceh merupakan salah satu dari lima kerajaan Islam di dunia, sehingga kejayaan Islam pada masa itu menginspirasi Aceh untuk menegakkan kembali syariat Islam.
“Khasanah keislaman di bumi Aceh saat ini kian terasa dengan hadirnya produk hukum berupa qanun-qanun syariat Islam yang mengikat masyarakat Aceh dan orang yang berada di wilayah Aceh,” kata Fikri.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr EMK Alidar S. Ag, M. Hum juga menambahkan masyarakat Aceh sendiri juga menerima dengan senang hati dan lapang dada dengan pelaksanaan syariat Islam.
“Walaupun dalam pelaksanaannya penegakan syariat Islam banyak mengalami tantangan dari pihak luar namun pemerintah Aceh tetap komit terhadap pelaksanaan syariat Islam di Aceh sehingga syariat Islam bisa ditegakkan secara kaffah, karena dengan Islam lah mejadi satu-satunya jalan untuk menuju kehidupan yang sejahtera dan damai baik itu di dunia maupun akhirat,” pungkasnya.













