Hukum  

Kapolri Diminta Serius Tangani Kasus Penembakan Rahiman Dani

teguh-sentosa
Teguh Santosa dan Rahiman Dani (Foto: JMSI)

JAKARTA – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia, Teguh Santosa, menilai Kepolisian dan Dewan Pers tidak serius mengusut kasus penembakan dan upaya pembunuhan terhadap Wakil Ketua Umum JMSI, Rahiman Dani. Teguh menilai penyelidikan yang dilakukan Polda Bengkulu terkait perkara ini jalan di tempat.

“Terus terang kami prihatin kasus ini seperti menemui jalan buntu. Awalnya polisi terlihat sungguh-sungguh menangangi kasus ini. Tapi, sejak pertengahan tahun lalu, tidak ada perkembangan berarti,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis, Ahad (04/02/2024).

Seharusnya, kata Teguh, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian lebih agar kasus ini terungkap dan para pelaku ditindak. Hal ini untuk menjamin keselamatan dan menumbuhkan rasa aman warga, khususnya Rahiman Dani, yang menjadi target pembunuhan.

Teguh juga menyesalkan sikap Dewan Pers. Dia menilai lembaga itu tidak sungguh-sungguh mengadvokasi dan memeriksa peristiwa ini untuk menentukan keterkaitan rencana pembunuhan itu dengan kinerja media massa yang dipimpin Rahiman Dani atau karena sebab lain.

Teguh mengatakan JMSI, selaku salah satu konstituen Dewan Pers, menyurati dan melaporkan langsung peristiwa ini ke Dewan Pers. Teguh mengatakan JMSI berharap agar Dewan Pers tidak hanya memastikan keselamatan wartawan yang bekerja di lapangan, namun juga memberikan perhatian yang sama pada aspek keamanan dan keselamatan pihak manajemen perusahaan media massa.

“Jangan sampai, kawan-kawan di Dewan Pers yang katanya menjunjung tinggi kemerdekaan pers bersikap parsial,” kata Teguh.

Teguh mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada anasir-anasir di Dewan Pers yang memang tidak mau direpotkan sehingga enggan mengusut masalah ini. Bahkan saat ditanyakan ke Dewan Pers, pejabat di lembaga itu menilai upaya pembunuhan terhadap Rahiman Dani tidak berkaitan dengan pekerjaan pers.

“Dari mana mereka tahu? Penyelidikan polisi saja masih jalan di tempat,” ujar Teguh.

Rahiman Dani ditembak orang tidak dikenal pada Jumat, 3 Februari 2023. Saat itu dia berjalan kaki dari kediamannya, di Gang Kinal Baru, Pematang Gubernur, Kota Bengkulu, menuju Masjid Jihadul Ihsan Al Thoyibin di Jalan WR Supratman.

Dalam perjalanan menuju masjid, Pemimpin Umum RMOL Bengkulu itu berpapasan dengan dua orang yang mengendarai sepeda motor matik. Keduanya memakai jaket berwarna gelap dan helm yang menutup seluruh wajah.
Setelah melewati Rahiman Dani, keduanya berbalik arah dan membuntuti Rahiman Dani dari belakang. Salah seorang di antaranya melepaskan tembakan ke arah kiri. Peluru mengenai bagian badan kiri dan bagian atas lengan kiri.

Akibat tembakan itu, Rahiman Dani dilarikan ke Rumah Sakit Raflesia. Awalnya pihak kepolisian memberikan perhatian serius pada pengungkapan kasus ini. Dari lokasi penembakan, yang berjarak sekitar 50 meter dari kediaman Rahiman Dani, polisi menemukan selongsong peluru.

Polisi juga sempat menginformasikan bahwa peluru besar kemungkinan berasal dari senjata organik. Selain itu, polisi juga menilai pelaku merupakan penembak profesional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *